
Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Program Studi S1 PPKn, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo, bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (DPP AP3KnI), sukses menyelenggarakan Webinar Nasional 2026 bertajuk “Mengokohkan Peran PPKn sebagai Sarana Pendidikan Politik Warga Negara” pada Sabtu (13/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan praktisi pendidikan, dosen, mahasiswa, serta guru-guru PPKn untuk mendiskusikan kembali posisi strategis Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNG, Dr. Zuchri Abdussamad, M.Si, memberikan apresiasi atas terselenggaranya webinar nasional tersebut. Menurutnya, PPKn memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat literasi politik masyarakat agar mampu berpartisipasi secara aktif, rasional, dan beretika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Webinar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. Sapriya, M.Ed, Ketua DPP AP3KnI, serta Dr. Udin Hamim, S.Pd., M.Si, dosen Program Studi PPKn UNG. Keduanya mengupas berbagai tantangan pendidikan politik warga negara di era digital, mulai dari meningkatnya arus informasi yang tidak terverifikasi, polarisasi politik, hingga pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sapriya menegaskan bahwa PPKn tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran yang menyampaikan konsep kewarganegaraan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter demokratis, kesadaran konstitusional, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Sementara itu, Dr. Udin Hamim menyoroti perlunya inovasi pembelajaran PPKn yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial agar pendidikan politik dapat lebih kontekstual dan bermakna bagi generasi muda.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan yang aktif berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman lapangan. Hal tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya penguatan pendidikan politik warga negara melalui PPKn.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk terus memperkuat peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai fondasi dalam mencetak warga negara yang berintegritas, berdaya kritis, serta mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dan persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman.
