Siapkan Mahasiswa Terjun ke Sekolah, Prodi PPKn UNG Gelar Coaching UNG Mengajar Batch 10

Oleh: Intan Tiara Kartika . 5 September 2026 . 19:56:15

ihk.fis.ung.ac.id-(05/09/2026) Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo,  menggelar coaching Program UNG Mengajar Batch 10 sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke sekolah dan lingkungan pendidikan.

Kegiatan coaching menjadi tahapan penting untuk memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, etika, kemampuan beradaptasi, serta tanggung jawab sebagai calon pendidik. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pelaksanaan program, kondisi lapangan, komunikasi di lingkungan sekolah, hingga bagaimana membawa nama baik program studi dan universitas selama menjalankan tugas.

Ketua Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Dr. Ramli Mahmud, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa UNG Mengajar tidak seharusnya dipandang mahasiswa sekadar sebagai kegiatan turun lapangan. Program ini merupakan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan, karakter, dan kompetensi yang selama ini diperoleh melalui perkuliahan.

“Ketika mahasiswa berada di sekolah, mereka tidak lagi hanya membawa identitas sebagai mahasiswa, tetapi hadir sebagai calon pendidik dan bagian dari Universitas Negeri Gorontalo. Karena itu, yang diuji bukan hanya kemampuan mengajar, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, cara berkomunikasi, kemampuan membaca kondisi sekolah, serta bagaimana mereka memberikan kontribusi yang nyata,” ujar Dr. Ramli Mahmud.Menurutnya, pengalaman berada langsung di lingkungan sekolah penting bagi mahasiswa PPKn karena pendidikan kewarganegaraan tidak cukup dipahami melalui konsep dan teori di ruang kuliah. Nilai tanggung jawab, keteladanan, kepedulian, demokrasi, dan karakter kewargaan justru harus terlihat dalam cara mahasiswa berinteraksi dan menyelesaikan persoalan yang mereka temui di lapangan.

“Harapannya, mahasiswa pulang dari program ini tidak hanya membawa pengalaman mengajar, tetapi juga mengalami perubahan dalam cara berpikir dan bersikap sebagai calon guru. Mereka harus mampu melihat persoalan pendidikan secara lebih dekat dan memahami bahwa menjadi pendidik berarti siap hadir dan memberi dampak,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Ariyanto Nggilu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa coaching dilaksanakan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa sebelum pemberangkatan.

Menurut Ariyanto, mahasiswa akan berhadapan dengan lingkungan sekolah yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pembekalan.

Kami ingin mahasiswa berangkat dalam kondisi benar-benar siap. Mereka harus memahami tugasnya, mampu menempatkan diri di lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan peserta didik, serta mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang mereka temukan. Jangan hanya datang untuk menyelesaikan program, tetapi tinggalkan kontribusi yang dapat dirasakan oleh sekolah,” tegas Ariyanto Nggilu.Ia menambahkan, pelaksanaan UNG Mengajar Batch 10 juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa PPKn untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan realitas pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus membentuk karakter profesional mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Pancasila.

Mahasiswa peserta UNG Mengajar Batch 10 dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju lokasi penugasan pada 7–8 September 2026. Lokasi pelaksanaan program tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo.

Melalui UNG Mengajar Batch 10, Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIS UNG berharap mahasiswa mampu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Kehadiran mereka tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pengalaman, tetapi juga membawa semangat pengabdian, inovasi pembelajaran, dan nilai-nilai kewargaan ke tengah lingkungan pendidikan.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi PPKn FIS UNG dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif, berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan nyata pendidikan di masyarakat.

 

Agenda