
ihk. fis.ung.ac.id-Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, melaksanakan Rapat Studi Kewargaan Multikultural, Kamis, 24 September 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah akademik dalam memperkuat kajian kewarganegaraan yang responsif terhadap dinamika keberagaman dan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Rapat membahas arah pengembangan Studi Kewargaan Multikultural sebagai ruang kolaborasi akademik dosen, terutama dalam mengembangkan penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari isu kebinekaan, toleransi, inklusivitas, identitas kewargaan, budaya lokal, hingga relasi sosial dalam masyarakat multikultural.
Ketua Jurusan, Dr. Ramli Mahmud, menegaskan bahwa Studi Kewargaan Multikultural perlu diarahkan menjadi ruang akademik yang produktif dan mampu menghasilkan karya-karya yang memiliki dampak nyata, baik terhadap pengembangan keilmuan PPKn maupun terhadap kehidupan masyarakat.
“Studi Kewargaan Multikultural harus menjadi ruang bagi dosen untuk membangun gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan penelitian yang benar-benar berpijak pada persoalan kewargaan di masyarakat. Kita memiliki kekayaan sosial dan budaya yang sangat besar. Ini harus dibaca secara akademik dan dikembangkan menjadi kekuatan dalam penelitian, publikasi, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Dr. Ramli Mahmud.Menurutnya, penguatan kelompok studi juga penting untuk membangun roadmap penelitian yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian dosen tidak berjalan secara parsial, tetapi memiliki keterhubungan antara satu kajian dengan kajian lainnya serta membentuk kekhasan keilmuan yang menjadi identitas akademik PPKn FIS UNG.
Ia juga mendorong agar konteks lokal Gorontalo dan kawasan sekitarnya menjadi salah satu laboratorium sosial dalam pengembangan kajian kewargaan multikultural. Realitas kehidupan masyarakat yang memiliki keragaman budaya, tradisi, nilai lokal, serta dinamika sosial menyediakan ruang yang luas untuk dikaji melalui perspektif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Rapat tersebut turut menempatkan kolaborasi riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian penting dari agenda pengembangan studi. Para dosen didorong untuk membangun penelitian bersama, memperkuat kualitas publikasi, serta mengembangkan hasil penelitian menjadi program pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan Studi Kewargaan Multikultural, PPKn FIS UNG diharapkan semakin mempertegas kontribusinya dalam pengembangan keilmuan kewarganegaraan. Kajian PPKn tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi bergerak membaca perubahan sosial sekaligus menawarkan perspektif akademik terhadap berbagai persoalan kebinekaan.
Rapat ini menjadi langkah untuk membangun satu arah gerak akademik: menjadikan keberagaman sebagai sumber pengetahuan, realitas sosial sebagai basis penelitian, dan hasil kajian sebagai kontribusi nyata PPKn FIS UNG bagi masyarakat.
