Sinergi Akademik dan Demokrasi Menguat: Prodi PPKn UNG dan Bawaslu Gorontalo Hadirkan Kuliah Praktisi dan Konsolidasi Demokrasi Partisipatif

Oleh: Intan Tiara Kartika . 13 April 2026 . 10:03:30

Komitmen penguatan literasi demokrasi dan partisipasi politik generasi muda kembali ditegaskan melalui implementasi kerja sama antara Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi institusi.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Universitas Negeri Gorontalo dan Bawaslu Provinsi Gorontalo, yang berorientasi pada penguatan kapasitas akademik sekaligus praksis demokrasi di kalangan mahasiswa. Dalam implementasinya, kegiatan dirancang dalam bentuk kuliah praktisi pada mata kuliah Sistem Pemilu dan Kepartaian, yang dipadukan dengan forum konsolidasi demokrasi bertema “Mahasiswa Bertanya, Bawaslu Menjawab.”

Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, S.Pd., S.H., M.AP,  menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ruang diskursus kepemiluan menjadi elemen penting dalam membangun demokrasi substantif. Ia menekankan bahwa penguatan fungsi pengawasan partisipatif tidak dapat dilepaskan dari peran generasi muda sebagai agen perubahan yang kritis dan berintegritas.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari unsur Bawaslu, yakni Moh. Fadjri Arsyad, S.Pd., S.H., M.H, yang membedah secara utuh isu-isu strategis dalam sistem pemilu dan kepartaian. Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan antusiasme mahasiswa dalam mengajukan pertanyaan kritis terkait praktik pengawasan, potensi pelanggaran pemilu, hingga tantangan menjaga netralitas dalam kontestasi politik.

Ketua Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Dr. Ramli Mahmud, S.Pd., M.A, yang turut ditugaskan dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wahana pembelajaran kontekstual yang mampu memperkuat karakter kewarganegaraan mahasiswa. Ia menilai bahwa integrasi antara pembelajaran akademik dan pengalaman empiris merupakan fondasi penting dalam membentuk warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Secara substansial, implementasi kerja sama ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi manifestasi konkret dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini merepresentasikan upaya kolektif dalam membangun ekosistem demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran politik yang lebih matang di kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat legitimasi demokrasi melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Agenda