
ihk.fis.ung.ac.id-Guru Besar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Zulaecha Ngiu, M.Pd., mendapat kepercayaan menjadi narasumber dalam kegiatan Visiting Lecturer yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan (Unimed), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Kelas PKn Abad 21: Merancang Pembelajaran Inovatif, Mendalam, Menyenangkan dan Berkarakter” tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, pukul 08.00–09.00 WIB. Agenda ini merupakan bagian dari perkuliahan Pembelajaran PPKn Tingkat Lanjut yang menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi lain untuk memperkaya wawasan dan pengalaman belajar mahasiswa.
Keterlibatan Prof. Zulaecha dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi UNG pada pengembangan pendidikan kewarganegaraan di tingkat nasional. Sebagai guru besar yang menekuni bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kehadirannya di Universitas Negeri Medan sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam membangun kerja sama keilmuan dan memperluas pertukaran pengetahuan antarakademisi.
Tema yang diangkat memiliki relevansi dengan tantangan pembelajaran PKn saat ini. Perkembangan teknologi, perubahan karakteristik peserta didik, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 mengharuskan guru mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, mengemukakan pendapat, mengambil keputusan, dan menerapkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kerangka tersebut, pembelajaran PKn perlu dirancang agar lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang inovatif, mendalam, dan menyenangkan menjadi penting untuk membangun keterlibatan siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan kedudukan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, sikap, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Kegiatan yang dipandu oleh Abdinur Batubara, M.Pd., dosen PPKn Universitas Negeri Medan, tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pengembangan pembelajaran kewarganegaraan. Kehadiran akademisi dari luar kampus diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa, terutama dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Bagi Universitas Negeri Gorontalo, partisipasi guru besar dalam kegiatan akademik lintas perguruan tinggi memiliki arti penting dalam memperkuat jejaring keilmuan. Kolaborasi dengan Universitas Negeri Medan ini juga membuka peluang bagi pengembangan kerja sama akademik yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan, pembelajaran, dan penguatan karakter kewarganegaraan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Zulaecha menjadi bagian dari kiprah akademik PPKn UNG di luar lingkungan kampus. Melalui kegiatan seperti ini, pengetahuan dan pengalaman akademik yang dikembangkan di Universitas Negeri Gorontalo dapat turut memberikan kontribusi terhadap penguatan kualitas pendidikan kewarganegaraan di berbagai perguruan tinggi Indonesia.
Kegiatan Visiting Lecturer ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antarakademisi dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan. Pengembangan pembelajaran PKn yang inovatif dan berkarakter membutuhkan pertukaran gagasan serta pengalaman yang terus dibangun, sehingga pendidikan kewarganegaraan tetap relevan dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan memiliki kesadaran kebangsaan.


